Jumat, 22 Juni 2012

Keypad Matrix 3x4


a.       Rangkaian KeyPad (Numeric Pad) 3x4
3x4 Keypad Module merupakan suatu modul keypad berukuran 3 kolom x 4 baris. Modul ini dapat difungsikan sebagai input dalam aplikasi seperti pengaman digital, absensi, pengendali kecepatan motor, robotik, dan sebagainya.
Table 3.1. keypad 3x4

Kolom
C1
C2
C3
Row (baris)
R1
1
2
3
R2
4
5
6
R3
7
8
9
R4
*
0
#

Penggunaan Keypad dilakukan dengan cara menjadikan tiga buah kolom sebagai output scanning dan empat buah baris sebagai input scanning.
Berikut contoh susunan matriknya :
Gambar 3.1. Skema Rangkaian Dasar Kepad 3x4
Cara kerja rangkaian Keypad 3x4 :
·         Apabila Kolom 1 diberi logika ‘0’, kolom kedua dan kolom ketiga diberi logika ‘1’ maka program akan mengecek tombol 1, 4, 7, dan *, sehingga apabila salah satu baris berlogika '0' maka ada tombol yang ditekan.
·         Apabila Kolom 2 diberi logika ‘0’, kolom pertama dan kolom ketiga diberi logika ‘1’ maka program akan mengecek tombol 2, 5, 8, dan 0, sehingga apabila salah satu baris berlogika '0' maka ada tombol yang ditekan.
·         Apabila Kolom 3 diberi logika ‘0’, kolom pertama dan kolom kedua diberi logika ‘1’ maka program akan mengecek tombol 3, 6, 9, dan #, sehingga apabila salah satu baris berlogika '0' maka ada tombol yang ditekan.
Kemudian kembali ke semula, artinya program looping terus mendeteksi data kolom dan data baris, cara ini disebut scaning atau penyapuan keypad untuk mendapatkan saklar mana yang ditekan. Berikut ini tabel kebenaran hasil dari scaning keypad 3x4.
Tabel 3.2. Data Keypad
No
Col 1
Col 2
Col 3
Row 1
Row 2
Row 3
Row 4
1
0
1
1
0
1
1
1
4
0
1
1
1
0
1
1
7
0
1
1
1
1
0
1
*
0
1
1
1
1
1
0
2
1
0
1
0
1
1
1
5
1
0
1
1
0
1
1
8
1
0
1
1
1
0
1
0
1
0
1
1
1
1
0
3
1
1
0
0
1
1
1
6
1
1
0
1
0
1
1
9
1
1
0
1
1
0
1
#
1
1
0
1
1
1
0

Sabtu, 14 Januari 2012

Catu Daya Komputer (Power Supply)


Power supply atau catu daya adalah sebuah peralatan penyedia tegangan atau sumber daya untuk peralatan elektronika dengan prinsip mengubah tegangan listrik yang tersedia dari jaringan distribusi transmisi listrik ke level yang diinginkan sehingga berimplikasi pada pengubahan daya listrik.
Dalam sistem pengubahan daya, terdapat empat jenis proses yang telah dikenal yaitu sistem pengubahan daya AC ke DC, DC ke DC, DC ke AC, dan AC ke AC. Masing masing sistem pengubahan memiliki keunikan aplikasi tersendiri, tetapi ada dua yang implementasinya kemudian berkembang pesat dan luas yaitu sistem pengubahan AC ke DC (DC power supply) dan DC ke DC (DC-DC converter) . 

Agar arus listrik yang mengalir dapat digunakan oleh komputer, PSU mengubah tegangan listrik yang masuk (AC 220/230/240 V, 110/120 V) menjadi DC 3,3 V, 5 V, 12 V.
Ada dua jenis Power Supply yaitu model AT dan model ATX.
Power supply memiliki banyak konektor. Dan masing-masing dari konektor memiliki fungsi yang berbeda. Walaupun sebagian kabel memiliki tegangan listrik yang sama, tetapi setiap konektor sudah dikelompokkan berdasarkan fungsinya , antara lain:
1.      ATX power connector (20pin + 4pin).
ATX 20/24 pin konektor digunakan untuk menghubungkan power supply unit (PSU) ke motherboard. Versi lama dari ATX motherboard masih menggunakan ATX 20 pin konektor, jika kita menggunakan motherboard yang terbaru sudah membutuhkan ATX 24 pin konektor. Konetktor ini terdiri dari 2 bagian. Bagian pertama berjumlah 20 pin dan bagian kedua 4 pin. Jika kita menggunakan motherboard yang baru maka gabungkan antara 20 + 4 pin konektornya.
2.      AT power connector (12 pin).
 Konektor ini digunakan untuk motherboard kelas Pentium II kebawah. Konektor yang memiliki 12 kabel ini dikelompokkan terpisah menjadi 2 bagian. Bagian pertama disebut Konektor P8 dan bagian kedua disebut P9. Masing-masing konektor memiliki 6 kabel. Untuk menghindari kesalahan dalam pemasangan, kita cukup mempertemukan konektor yang memiliki kabel hitam di tengah-tengah.
3.      PCI-E connector (6 pin).
Konektor yang satu ini memang jarang ditemukan untuk semua PC. Biasanya orang yang menggunakan PSU ini adalah orang yang bekerja di bidang Multimedia khususnya Video. Karena konektor ini hanya digunakan sebagai penambah daya untuk video card yang menggunakan slot PCI Express. Jika kita menggunakan Video Card jenis ini, tentu saja kita harus memiliki PSU yang mendukung untuk konektor ini.
4.      ATX Power Connector (4 pin).
Konektor ini kebanyakan dipakai oleh para pengguna yang menggunakan Processor buatan Intel. Fungsi dari konektor ini adalah sebagai penyedia tenaga tambahan sebesar 12 V untuk Pentium 4 CPU. Jadi pada Pentium 4 kebawah, konektor ini tidak perlu digunakan. Sekarang sebagian AMD motherboard juga sudah menggunakan konektor ATX 12V ini.
5.      Molex connector.
Konektor ini digunakan sumber tenaga bagi hard disk dan cd drive. Kadang sebagian produsen juga membuat fan / kipas pendingin, lampu-lampu dan asesoris lainnya menggunakan konektor ini. Konektor ini memiliki 4 kabel yang berbeda warna, yaitu Merah, Hitam dan Kuning. Setiap warna memiliki sumber tegangan yang berbeda-beda pula. Maksimun arus yang mengalir 5 A.
6.      SATA Power connector.
Konektor ini merupakan jenis terbaru yang biasa digunakan untuk power pada Hard Disk SATA (Serial ATA). Konektor ini tersedia pada power supply model baru. Namun, jika power supply tidak menyediakan SATA Power Connnector, ada konverter dari Molex Connector ke SATA Power Connector. Memiliki jumlah pin sebanyak 15-pin. Maksimun arus yang mengalir 1.5 A.
7.      Berg connector.
Berg Connector merupakan konektor ukuran mini dari Molex. Konektor ini khusus digunakan untuk Floppy Drive atau pun external audio card. Warna yang digunakan sama dengan molek konektor, yaitu Warna Kuning (+12V), Merah (+5V) dan Hitam (0V atau Ground). Karena penggunaan konektor ini jarang sekali, makanya pada setiap PSU hanya berjumlah 1 atau 2 paling banyak.

No.
Warna
Volt. Terukur
Volt. sebenarnya
Kegunaan
1
Merah
5.17 V
+5 V
Untuk mensupply tegangan pada IC
2
Hitam
0 V
0 V
Tegangan Refference (Ground)
3
Ungu
4,91 V
+5 V
Memberikan tegangan stanby +5V
4
Kuning
12.05 V
+12 V
Untuk menggerakkan Motor pada HDD, DiskDrive, motor pada CD ROM.
5
Biru
-11.93 V
-12 V

6
Hijau


PS ON atau Kontrol ON
7
Abu-abu
5.17 V
+5 V
Memberikan status Output (Power good) dari Power Supply.
8
Putih
-4.93 V
-5 V

9
Orange
3.40 V
+3.3 V



Power supply diharapkan dapat melakukan fungsi-fungsi berikut ini:
§         Rectification: konversi input listrik AC menjadi DC.
§         Voltage Transformation: memberikan tegangan/voltage DC yang sesuai dengan yang dibutuhkan.
§         Filtering: menghasilkan arus listrik DC yang lebih “bersih”, bebas dari ripple ataupun noise listrik yang lain.
§         Regulation: mengendalikan tegangan keluaran agar tetap terjaga, tergantung pada tingkatan yang diinginkan, beban daya, dan perubahan kenaikan temperature kerja juga toleransi perubahan tegangan daya input.
§         Isolation: memisahkan secara elektrik output yang dihasilkan dari sumber input.
§         Protection: mencegah lonjakan tegangan listrik (jika terjadi), sehingga tidak terjadi pada output, biasanya dengan tersedianya sekering untuk auto shutdown jika hal ini terjadi.

HardDisk


Harddisk merupakan suatu device atau komponen pada komputer yang berfungsi sebagai media penyimpanan data (storage) dan juga termasuk dalam salah satu memory eksternal dari sebuah komputer.
File system adalah metode sebuah operating system yang digunakan untuk mengatur file-file dalam sebuah harddisk.
Setelah sebuah Harddisk selesai diformat secara fisik, kemudian dapat dibagi dengan memisahkan bagian-bagiannya secara fisik. Tiap partisi berfungsi sebagai unit tersendiri dan dapat diformat secara logika dengan berbagai pilihan file systemnya.
Jika sebuah partisi Harddisk telah diformat secara logika, ini akan menunjukkan sebagai sebuah volume dengan file system yang telah ditentukan.
Beberapa jenis file system beserta sistem operasi yang menggunakannya :
File System
Operating System
Keterangan
FAT
Digunakan oleh sistem Operasi :
·             DOS
·             Windows 3.x
·             Windows NT
·             OS/2
·             Windows 95 versi pertama
Batas pengalaman partisi hanya sampai 2 GB.
FAT32
Digunakan oleh sistem operasi :
·             Windows 95
·             Windows 98
·             Windows NT 5.0
·             Windows ME
·             Windows 2000
·             Windows XP
Batas pengalamatan partisi hanya sampai 2 TB.
NTFS
Digunakan oleh sistem operasi :
·             Windows NT
·             Windows 2000
·             Windows XP
Mampu menangani Harddisk dengan kapasitas super besar dan mampu melindungi data yang lebih baik.
HPFS
Digunakan oleh sistem operasi Windows NT dan OS/2

Linux Ext2, Ext3, Ext4, dan Linux Swap
Digunakan oleh sistem operasi Linux.
Linux Ext2 mampu menangani Harddisk dengan kapasitas sampai 4 TB.
Sedangkan Linux Swap digunakan untuk file swap.

Partisi Harddisk
Mempartisi Harddisk artinya membagi ruang memori pada Harddisk. Hal ini dilakukan untuk memudahkan dalam mencari dan membackup data. Ada beberapa kemudahan yang didapat pada saat mempartisi Harddisk, antara lain :
1.      Dapat digunakan untuk menginstal sistem operasi lebih dari 1 dalam 1 Harddisk.
2.      Dapat digunakan untuk memisahkan sistem operasi dengan data, sehingga mudah melakukan organisasi dan pencarian data.
3.      Menjadikan data lebih aman, hal ini dikarenakan jika sistem operasinya terkena Virus dan parisinya kacau maka partisi data tetap terlindungi.
4.      Memudahkan untuk mencari dan membackup data, karena sistem operasi dan datanya dipisahkan.
Dalam sebuah Harddisk memiliki beberapa tipe partisi, yaitu :
Partisi Primary
:
Merupakan partisi utama pada Harddisk yang memuat file data.
Fungsi Partisi Primary : sebagai partisi pertama kali diakses komputer untuk booting.
Partisi Extended
:
Merupakan partisi utama pada Harddisk.
Fungsi Partisi Extended : untuk mengatasi keterbatasan pembagian partisi.
Partisi Logical
:
Merupakan partisi sampingan yang terdapat pada Partisi Extended. Partisi Logical mampu menampung berbagai macam file data.